Alutsista Indonesia Diminati Asing

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Timor Leste Kay Rala Xanana Gusmao di Ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/3).

Kasarmabar Beri Pembekalan Kursus Danlanal

Kasarmabar Beri Pembekalan Kursus Danlanal: Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Herry Setianegara, S.Sos, SH, MM., memberikan pembekalan kepada Perwira peserta Kursus (Danlanal)

ALUMNI AKABRI 1983 LAKSANAKAN REUNI DI AKADEMI ANGKATAN LAUT

Lulusan Akabri Tahun 1983 dari tiga Angkatan dan Polri mengadakan Reuni di Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Sabtu (26/02).

Dua Kapal Hibah Brunei Beroperasi di Armabar

Penyerahan dua kapal perang hibah dari pemerintah Brunei diwakili Deputi Administrasi dan Keuangan Kementrian Pertahanan Dayang Hajah Suriyah binti Haji Umar pada pemerintah Indonesia diwakili Mardsya TNI Eris Heriyanto.

Prajurit Pasmar-I Peringati HUT ke-10

Seluruh prajurit Pasmas-I merayakan hari ulang tahunnya yang ke 10 di lapangan Apel Trian Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya, Selasa (22/3/2011).

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Duh... Polisi Tembak Istri

 
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Unit Provost Kepolisian Resor Tasikmalaya memeriksa anggota Kepolisian Sektor Cigalontang Ajun Inspektur Satu EB akibat secara tidak sengaja menembak istrinya dengan revolver, Senin (25/4/2011), pukul 10.00. EB diduga lalai dalam menggunakan senjata api.
Kepala Bagian Operasional Polres Tasikmalaya Komisaris Samsa mengatakan istri EB, Aida (32), langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tasikmalaya karena peluru panas menembus perutnya sedalam 20 centimeter.
EB menembakkan revolvernya di kediamannya di Kampung Cilampung, Desa Cikunteun, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. "EB tidak sengaja menembakkan peluru saat membersihkan revolvernya. Namun, kami tetap memeriksanya karena ia lalai menggunakan senjata api," kata Samsa.

Rabu, 13 April 2011

Malinda Siap 'Buka-bukaan' Soal Kasusnya


Malinda Siap 'Buka-bukaan' Terkait Kasusnya

"Ibu akan mengklarifikasi langsung karena pemberitaan sekarang itu tidak seimbang," ujar salah satu pengacara Malinda, Batara Simbolon, saat ditemui wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (13/4/2011).

Batara mengatakan, Malinda saat ini belum selesai menjalani pemeriksaan. Ibu 3 anak ini berjanji akan melakukan klarifikasi atas kasusnya.

"Nanti kalian akan dapat berita langsung dari bu Malinda. Ini kalian kecepatan, kasus masih didalami penyidik sudah diangkat (beritanya)," tutur Batara.

Lalu kapan klarifikasinya? "Ibu janji beres penyidikan dia akan mengatakan ke media. Cuma dia belum siapp sekarang karena masih penyidikan," jelasnya.

Kapal Malaysia Tetap Diproses


Dua kapal nelayan asal Malaysia yang ditangkap pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ditambatkan di dermaga Pangkalan Utama Angkatan Laut I Belawan, Medan, Sumut, Selasa (12/4). Hingga kini Kedua kapal ikan yang ditangkap tersebut masih ditahan guna menunggu proses pemeriksaan hukum lebih lanjut. (Foto: ANTARA/Septianda Perdana/ss/Spt/11)

13 April 2011, Jakarta (Kompas): Pemerintah Indonesia menerima surat protes yang dilayangkan Pemerintah Malaysia terkait penangkapan dua kapal ikan ilegal asal Malaysia. Akan tetapi, dua kapal ikan Malaysia itu diduga kuat masuk ke zona ekonomi eksklusif Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta, Selasa (12/4), mengungkapkan, pemerintah menerima surat teguran keras dari Pemerintah Malaysia yang dilayangkan kepada Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Surat Pemerintah Malaysia itu, antara lain, berisi protes terhadap sikap Pemerintah Indonesia yang menangkap dua kapal ikan Malaysia itu serta penangkapan dinilai berlangsung di perairan teritorial Malaysia.

Seperti diberitakan, aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Koordinasi Keamanan Laut menangkap kapal ikan ilegal asal Malaysia pada 7 April sekitar pukul 11.00 di wilayah pengelolaan perikanan perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Kedua kapal itu masing-masing beranggotakan empat anak buah kapal berkewarganegaraan Thailand.

Menurut Fadel, Pemerintah Indonesia tetap mengacu pada dugaan pelanggaran yang dilakukan dua kapal ikan Malaysia. Dugaan pelanggaran itu, yakni tidak mempunyai surat izin usaha perikanan dan surat izin penangkapan ikan dari Pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap terlarang berupa pukat harimau.

”Saya sampaikan, pemerintah keberatan dengan cara mereka yang masuk ke wilayah perairan Indonesia berkali-kali. Tetapi, saya meminta persoalan dua negara ini diselesaikan baik-baik,” ujar Fadel.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Syahrin Abdurrahman menegaskan, kapal ikan Malaysia KF 5325 berbobot mati 75,8 ton dengan nakhoda Kla diduga kuat memasuki perairan ZEE Indonesia sejauh 3,8 mil laut (6,84 kilometer). Kapal kedua, yaitu KF 5195, berbobot mati 63,8 ton dengan nakhoda kapal Nhoi diduga kuat masuk sejauh 8 mil laut.

Pengamat hukum laut internasional, Hasyim Djalal, mengemukakan, batas perairan Indonesia-Malaysia terkait zona ekonomi eksklusif selama puluhan tahun masih menjadi kendala. Hal itu, antara lain, dipicu oleh sulitnya Malaysia untuk berunding.

”Batas perairan yang tidak jelas antarnegara akan terus menimbulkan konflik,” ujarnya. Ia menambahkan, selama belum ada batas yang jelas, maka pengawasan dan penegakan hukum perlu ditingkatkan.

15 Bulan, Indonesia Tangkap 18 Kapal Malaysia

Selama 15 bulan ini, Pemerintah Indonesia menangkap 18 kapal Malaysia yang mencari ikan di perairan Indonesia di Selat Malaka. Penangkapan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah upaya kapal Malaysia merongrong kedaulatan Indonesia.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) Belawan I Laksamana Pertama TNI Amri Husaini dan Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SPSDKP) Belawan Mukhtar mengatakan itu secara terpisah di Medan, Selasa (12/4).

”Pada tahun 2010 kami juga menangkap sembilan kapal Malaysia yang mencari ikan di perairan Indonesia. Dua di antaranya kami lepas karena kami tak punya cukup bukti. Tahun ini, juga ada sembilan kapal yang kami tangkap,” kata Mukhtar.

Dia menjelaskan, tidak satu pun dari 90 nelayan di atas 18 kapal itu warga Malaysia. Mereka warga Myanmar atau Thailand yang dipekerjakan oleh pemilik kapal di Malaysia. Sebanyak 75 persen di antaranya tidak memiliki dokumen kewarganegaraan yang lengkap.

Mukhtar menduga, para nelayan itu adalah imigran gelap dari Myanmar atau Thailand yang ingin bekerja di Malaysia. Mereka kemudian ditampung pemilik kapal di Malaysia dan dipekerjakan sebagai nelayan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan penyidikan Kanwil Bea dan Cukai Sumut Cerah Bangun, di tempat terpisah, menyebutkan, pihaknya menyita dua mobil dan satu truk berisi minuman keras ilegal senilai Rp 3,5 miliar yang diselundupkan dari Singapura melalui Malaysia, akhir Januari lalu.

Minggu, 27 Maret 2011

Ruang Kerja Rp 800 Juta, Anggota DPR Tak Punya Hati Nurani


Ruang Kerja Rp 800 Juta, Anggota DPR Tak Punya Hati Nurani



"Mereka (Anggota DPR) memang benar-benar sudah tidak punya hati nurani lagi, hati nurani mereka sudah mati," ujar pengamat politik asal UI, Prof Iberamsjah kepada detikcom, Senin (27/3/2011).

Iberamsjah meminta anggota DPR itu seharusnya melihat secara nyata kondisi rakyat Indonesia. Masih banyak warga yang kesulitan secara ekonomi, bahkan untuk sekedar makan nasi.

"Apa mereka tahu banyak yang susah sekolah, susah makan, masih banyak yang miskin, apa mereka tidak tahu? Sudah buta apa semuanya," cibir guru besar ilmu politik ini.

Sudah seharusnya, tanpa diminta pun, anggota DPR menolak rencana tersebut. Jangan sampai, lanjut Iberamsjah, warga harus murka dulu baru rencana itu dibatalkan.

Pada Juni mendatang, pembangunan gedung baru DPR akan mulai dilakukan. Setiap anggota DPR nantinya akan menempati ruang kerja yang nilainya nyaris Rp 800 juta, yakni sekitar Rp 799.920.000. Luas ruang kerja untuk setiap anggota DPR adalah 111,1 meter persegi. Luas gedung baru DPR ini secara keseluruhan adalah 157.000 meter persegi. Dana yang diperlukan untuk membangun gedung ini setidaknya memakan tak kurang dari Rp 1 triliun.

Kamis, 24 Maret 2011

Mengapa Hakim Lebih Percaya Sjahril Djohan & Haposan Dibanding Susno?


Mengapa Hakim Lebih Percaya Sjahril Djohan & Haposan Dibanding 
Susno?



"Dari awal sudah terbaca. Kenapa yang dikutip keterangan Sjahril Djohan, Haposan. Dan omongan Syamsurizal yang di-BAP bukannya di persidangan?" kata salah satu pengacara Susno, Henry Yosodiningrat di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (24/3/2011) malam.

Haposan Hutagalung, mantan pengacara Gayus Tambunan yang telah divonis 10 tahun penjara mengaku telah memberi uang Rp 500 juta ke Sjahril Djohan di Hotel Sultan. Uang tersebut diberikan ke Susno sebagai pelicin supaya kasus Arwana tidak mangkrak di Bareskrim.

Lantas, kata hakim mengutip ucapan Sjahril Djohan, uang tersebut diberikan ke Susno di rumah menantunya di Cilandak. Hanya saja, sebelum ke Cilandak, Sjahril Djohan mampir ke kantornya di Gatot Subroto, mandi di rumahnya di Tebet, baru menuju Cilandak. Untuk perjalanan dari Hotel Sultan pukul 21.00 WIB atau jam macet di jalan tersebut, Sjahril membutuhkan waktu satu jam saja.

"Bagaimana mungkin? Kalau biasa di Jakarta tahu itu jam sangat padat. Apalagi pakai mampir-mampir," ucap Henry sinis.

Kendati demikian, majelis hakim masih mempercayai omongan Sjahril Djohan. Sebab, kata hakim, waktu terasa sangat lama bagi yang menunggu.

"Waktu terasa lama bagi orang yang menunggu tetapi tidak kalau dipikirkan," tukas majelis hakim yang diketuai Charis Mardiyanto.

Bermula dari logika sederhana tersebut, hakim menelan bulat-bulat keterangan Sjahril Djohan. Yakni soal pemberian uang Rp 500 juta dari Haposan untuk Susno. Hakim juga percaya bahwa saat penyerahan tersebut Sjahril bertemu AKB Syamsurizal yang sedang meminta tandatangan surat tugas Susno.

"Bukti yang kita sodorkan, surat tugas itu ditandatangani tanggal 27 Desember, bukan 4 Desember sewaktu kedatangan Sjahril. Sjahril bilang bertemu Susno sedang menggendong cucu yang masih bayi. Lah cucunya itu baru lahir 2 bulan kemudian kok," tandas Henry yang menyodorkan akta kelahiran cucu Susno yang lahir bulan Februari 2009.

Mengenai surat tugas tanggal 27 Desember itu, hakim meyakini ucapan Syamsurizal bahwa surat tugas yang ditandatangani masih kosong untuk isian tanggal. "Keterangan saksi (Syamsurizal) di bawah sumpah menyebutkan surat tugas belum diisi tanggalnya," kata hakim mengutip omongan Syamsu.

Alhasil, dengan kesaksian Syamsurizal, Haposan dan diperkuat oleh sopir Sjahril Djohan, majelis hakim menolak semua argumen Susno dan tim pengacaranya. Susno pun dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi seperti dituduhkan jaksa.

"Menurut hemat majelis, terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi seperti dalam dakwaan primer pertama," kata Syamsudin, anggota majelis hakim yang mendapat giliran membaca vonis.

Rabu, 23 Maret 2011

Jakarta International Defence Dialogue Dibuka

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) bersama PM Timor Leste Xanana Gusmao (kanan), Wakil PM dan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean (tengah) dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro (belakang kanan) memasuki ruang pembukaan acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) 2011 di Balai Sidang, Jakarta, Rabu (23/3). JIDD Tahun ini mengambil tema "Strengthening Security and Stability" yang diikuti oleh perwakilan dari 34 Negara dan akan berlangsung hingga 25 Maret. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/Spt/11)

23 Maret 2011, Jakarta -- (DMC): Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka secara resmi penyelenggaraan The Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) di Jakarta Convention Center, Rabu (23/3). Acara dialog yang diprakarsai oleh Kementerian Pertahanan yaitu Universitas Pertahanan (UNHAN) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia-Pasifik dan sekitarnya dalam rangka untuk memperkuat harmonisasi prioritas keamanan dan strategi serta dialog dan keterlibatan antara pasukan pertahanan yang akan sangat penting bagi stabilitas masa depan wilayah Asia – Pasifik.

Peserta JIDD sendiri akan dihadiri lebih dari 50 pembicara internasional, diikuti 1300 peserta yang berasal dari perwakilan 27 delegasi resmi dari luar negeri. Pada JIDD tahun 2011 ini, menghadirkan pembicara diantaranya Kapolri Timur Pradopo dari Indonesia dan Menteri Strategi Keamanan Internasional dari Inggris yaitu Gerald Howard MP, Kolonel Cindy R. Debb, Ketua Deputi Departemen Studi Sosial Akademi Militer Amerika, Kasad Brazil Enzo Martins Peri, Mantan Menhan Korea Selatan Kim Tae-Young dan lain-lain.

Dialog dalam acara tersebut akan difokuskan pada permasalahan diantaranya penanganan terorisme dan pengamanan, alih teknologi dan program lainnya menyangkut manajemen hubungan antar negara melalui inovasi dan teknologi dalam rangka mempertahankan infrastuktur yang dianggap penting bagi negara.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 23 sampai dengan 25 Maret 2011 ini juga akan membicarakan yang berkaitan dengan strategi pertahanan negara dan kawasan, dan membahas tentang inisiatif kebijakkan penanganan terorisme sampai dengan mencari metode pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam penanganan lebih lanjut di masing-masing negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Sultan Mohamed Bolkiah, Wakil Sekjen Operasional PBB yaitu Alain Le Roy, Asisten Sekjen Bidang Diplomasi Publik NATO Dr.Stefanie Babst, kemudian Direktur Divisi Koordinasi dan Respon, UN Office the Coordination Humanitarian Affairs (OCHA) yaitu John Ging. Sedang ke-27 negara dari 41 anggota JIDD yang telah memastikan hadir diantaranya adalah Australia, Kanada, Jerman, Cina, Inggris, Rusia, Korea, dan lain-lain.

Rencananya kegiatan ini juga dihadiri oleh 10 Menteri Pertahanan, 8 Panglima Angkatan Bersenjata dan 9 Wakil Menteri Pertahanan.

Gadis cilik di Demak, Jawa Tengah, menderita penyakit aneh


Nurul Lutfiatun bersama ibunya. (Dok: Sun TV)
Nurul Lutfiatun bersama ibunya. (Dok: Sun TV)
DEMAK - Seorang gadis cilik di Demak, Jawa Tengah, menderita penyakit aneh. Kulit di sekujur tubuhnya bersisik seperti ular.

Nurul Lutfiatun mengaku sisik di kulitnya itu menimbulkan rasa gatal tak terhingga. Tak hanya sisik, di beberapa bagian tubuhnya juga dipenuhi bentolan.

Wajah dan kulit kepalanya juga tidak luput dari sisik tebal. Sisik di bawah rambut akan mengelupas bila digaruk, namun dalam waktu singkat akan muncul sisik-sisik baru.

Anak keempat pasangan Kasmidi dan Nadiroh, warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah itu mulai mengalami penyakit kulit sejak berusia 3 tahun.

Semula tanda merah hanya berada di bagian siku tangan dan lutut kaki saja. Namun kemudian dan tak berselang lama merambat ke bagian tubuh lain sampai rata di sekujur tubuh. Sisik-sisik itu akan bertambah parah bila Upi, sapaan akrab Nurul, sakit.

Menurut Nadiroh, untuk menghindari ejekan teman-temannya Upi lebih sering mengurung diri di rumah. Bila habis diolok-olok temannya, Upi langsung merasa gatal yang luar biasa. Tak hanya itu permukaan, kulitnya menjadi lebih tebal. Hal yang sama juga terjadi ketika Upi menderita demam atau batuk.

Siswa kelas 2 SD Karangsari ini sering tidak masuk sekolah dan hanya mengaji di rumah bersama orangtuanya. Selain itu Upi juga mengalami penurunan fungsi pendengaran. Diduga hal ini terjadi karena telinganya telah tertutup sisik-sisik yang mengering.

Untuk mengantisipasi rasa gatal yang datang setiap saat, Upi selalu mengantongi obat gatal di sakunya. Keluarga mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk mengobati Upi baik medis maupun alternatif, namun belum ada hasilnya.

Profesi buruh pabrik yang dilakoni Kasmidi, tak membuat keluarga putus asa mengusahakan kesembuhan anaknya. Belasan juta rupiah sudah dihabiskan. Sambil mengumpulkan rupiah demi rupiah, orangtua berharap suatu saat Upi bisa sembuh dan menjalani kehidupannya dengan normal layaknya gadis seusianya.

Selasa, 22 Maret 2011

Astagfirullah.. Bayi Lahir dalam Kondisi Usus Terburai Keluar

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG - Nasib bayi perempuan dari pasangan Parman (33) dan Dewi (24), warga Kampung Tarik Kolot RT 03/11, Cilawu Mangkurakyat, Kabupaten Garut, ini sungguh kasihan sekali. Bayi berusia empat hari yang kini sedang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, tersebut terlahir dengan kondisi usus terburai ke luar (Gastro Schisis).
''Pasien ini sebenarnya rujukan dari Rumah Sakit Garut. Saat dirujuk ke sini oleh bibinya, memang keadaanya sudah berat dan lemah," kata Direktur Medik dan Keperawatan RS Hasan Sadikin Bandung, dr Rudi Kadarsyah, Senin (21/3).
Bayi perempuan bernama Nadia tersebut saat ini sedang menjalani perawat di ruang intensif sejak tanggal 17 Maret 2011 lalu. Rudi mengatakan proses persalin bayi usus terburai tersebut dibantu oleh seorang dukun beranak dan berlangsung di Kabupaten Garut.
"Kelahirannya memang di Garut dan dibantu oleh seorang paraji (dukun beranak). Memang saat dirujuk ke RSHS pada Kamis (17/3) lalu, bayi tidak langsung dirawat di ruang NICU melainkan di IGD karena penuh. Namun, sekarang sudah dalam perawatan intensif," ujar Rudi. NICU merupakan ruang perawatan khusus yang levelnya di atas ruang perina karena lebih lengkap peralatannya.
Menurutnya, keadaan bayi tersebut cukup memprihatikan karena hampir 50 persen usus halusnya keluar dari lubang sebesar 4 centimeter yang berada di pusarnya. Salah satu tindakan medis yang dilakukan oleh RSHS Bandung terhadap bayi malang tersebut ialah melakukan tindakan operasi pemasangan plastik silo.
"Ususnya kita tutup dengan plastik silo yang dipasang sedemikian rupa sehingga menutupi bagian usus yang berada di luar. Penutupan ini dimaksudkan agar usus tidak mengalami kontak langsung dengan udara luar dan tidak kering," ujarnya.
Meskipun sudah dipasang silo, keadaan bayi tersebut saat ini masih memburuk. Ada beberapa bagian ususnya yang mulai membusuk.
Ahli Bedah RS Hasan Sadikin Bandung, dr Diki Darajat, mengatakan hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari terburai usus bayi berusia empat hari tersebut. "Penyebabnya belum diketahui. Jadi, hampir 95 persen bayi yang terlahir dengan kelainan bawaan seperti usus terburai ini tidak diketahui penyebabnya. Namun, ini mungkin juga disebabkan oleh faktor genetik," ujarnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...